31 C
Kintamani, ID
Kamis, April 18, 2019

Green Bean Arabica

Drying Process

Sorting Process

 

Deskripsi Produk:

Biji Kopi Arabica yang berasal dari daerah terkenal Desa Ulian, Kintamani, Bangli, Bali, berada diatas ketinggian 1200-1300MDPL, berhawa sejuk. Kopi ini berasal dari lahan petani kami, yang kami kelola sendiri di UD.Sari Ayu, jadi mutu dan kualitasnya tetap terjaga. Memiliki aroma keasaman Jeruk Kintamani yang khas tercipta dengan metode perkebunan tumpang sari. Varietas : Kopyol, USDA, Lini S 795. Proses : Wet Proses Dry Hulling Green bean nya berasal dari kopi olah basah yang dikeringkan sampai dengan kadar air 16-12%, Olah basah petik merah yang di fermentasi.

 

Kopi Ulian

 

 

KOPI ARABIKA DESA ULIAN

Berbicara masalah desa, yang terlintas adalah kampung yang hijau dan sejuk dengan keramahtamahan orang-orangnya. Desa ulian adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Kintamani, Bangli. Desa ulian merupakan desa kuno dengan berbagai sejarahnya. Desa yang penuh dengan kesejukan hawa dingin kintamani, dengan ketinggian 1200-1300 mdpl. Desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Bukan petani yang bekerja di sawah melainkan di kebun. Ada 2 jenis kebun yang popular dikalangan petani yang yang ada di desa ulian yaitu kebun kopi dan kebun jeruk. Adapun yang menjadi ikon nya adalah kebun dengan gaya tumpang sari.

Gaya tumpang sari merupakan jenis perkebunan yang tidak berfokus pada satu tanaman saja, melainkan lebih dai satu tanaman. Di desa ulian jenis tumpang sari yang dilakukan adalah degan mengkombinasikan kopi dan juga jeruk bali. Rasa yang khas yang tercipta oleh kenikmatan kopi arabika ulian berasal dari jeruk itu sendiri. Gaya atau model perkebunan yang diterapkan warga ulian sudah semakin berkembang. Begitu juga dengan pengolahan kopi yang dari tahun ketahun semakin berkembang, begitu juga dengan jenisnya. Ada 3 varietas kopi yang dikembangkan yaitu kopi kopyol, USDA (Hibrida ArobustaI alami, buahnya menjuntai ke dasar tanah, dan Lini S 795.

Kenikmatan kopi yang disajikan tidak terlepas dari proses pengolahannya yang cukup panjang. Mulai dari teknik budidaya, pengolahan pasca panen dan penyajian akhirnya. Buah kopi yang telah dipetik akan segera diolah. Pengolahannya dengan proses olah basah atau Wet Proses Dry Hulling. Biaya pengolahan yang cukup tinggi sebanding dengan kenikmatan kopi yang dihasilkan, sehingga tidak heran harga dari kopi arabika dengan proses olah basah ini cukup tinggi. Berikut adalah tahap pengolahannya:

  • Sortasi buah kopi

Setelah buah kopi dipanen, yang dipetik hanya buah kopi merah saja. Dilakukan pemilihan kopi yang memang benar-benar sehat, dengan dipisahkannya dengan yang kosong (biji kopi yang terapung).

  • Pengupasan kulit buah

Pengupasan kulit buah kopi, dengan bantuan mesin pengupas. Terdapat dua jenis mesin pengupas, yang diputar manual dan bertenaga mesin. Selama ini yang dipakai adalah dengan bantuan mesin yang dialirkan air secara terus menerus kedalam mesin pengupas, yang berfungsi untuk melunakkan jaringan kulit buah. Hasil dari akhir pengupasan berupa  biji yang masih memiliki kulit tanduk, atau disebut juga biji kopi HS.

  • Fermentasi Biji Kopi HS

Terdapat dua cara fermentasi, pertama dengan merendam biji dalam air bersih. Kedua, menumpuk biji basah dalam bak semen atau bak kayu, kemudian atasnya ditutup dengan karung goni yang harus selalu dibasahi. Tetapi jenis fermentasi yang dilakukan adalah dengan cara pertama yaitu perendaman biji di dalam air bersih. Waktu fermentasi berkisar 12-36 jam.

  • Pencucian

Setelah difermentasi cuci kembali biji dengan air. Bersihkan sisa-sisa lendir dan kulit buah yang masih menempel pada biji.

  • Pengeringan Biji Kopi HS

Proses pengeringan dilakukan dengan menjemur biji kopi dibawah sinar matahari, atau dengan menggunaka mesin, tetapi selama ini yang paling sering dilakukan adalah dengan proses penjemuran dengan bantuan cahaya matahri langsung.

Lama penjemuran sekitar 2-3 minggu dan akan menghasilkan biji kopi dengan kadar air berkisar 12%. Kadar air tersebut merupakan kadar air kesetimbangan agar biji kopi yang dihasilkan stabil tidak mudah berubah rasa dan tahan serangan jamur.

.

  • Pengupasan Kulit Tanduk

Setelah biji kopi HS mencapai kadar air 12%, Pengupasan bisa ditumbuk atau dengan bantuan mesin pengupas (huller). Hasil pengupasan pada tahap ini disebut biji kopi beras (green bean).

  • Sortasi Akhir Biji Kopi

Setelah dihasilkan biji kopi beras, dilakukan sortasi akhir. Tujuannya adalah memisahkan kotoran dan biji pecah. Selanjutnya, dilakukan pengemasan dan disimpan sebelum didistribusikan.

Rangkaian yang begitu panjang dilakukan untuk mendapakan hasil biji kopi yang memiliki kualitas internasional.

Sumber :

Petani desa ulian, kintamani, Bangli